Penyesalan Terdalam

Hujan di malam hari saat aku berdiri sendiri.
Kau tinggal aku pergi dengan perasaan sesal di hati.

Luka menganga di hati tak mampu aku tutupi.
Walau aku meminta hati untuk kau maafkan diri.

Tertinggalah aku disini.
Sepi hidup sendiri.
Hanya ada suara angin karena kau jauh dihati.

Tak ada obat untuk luka di jiwa.
Walau kucoba untuk perbaiki semua.
Tak ada kesempatan berikutnya.

Aku hanya sempat memiliki.
Tak mampu membuatmu bahagia.
Hanya menyesali diri yang terungkap sekarang tabir kehidupan ini.
Tak akan bisa aku tutupi.
Walau dunia mengatakan aku munafik.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s